Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Perih

 Hari ini diawali dengan kesiangan, pukul 06.02 aku baru bangun langsung ke kamar mandi buat wudu dan salat. Setelah anak-anak bangun aku menyiapkan sarapan roti bakar coklat dan membantu mereka selesai di pukul 06.37. Semua selesai, berangkat sekolah.  Sebelum pulang, belok dulu belanja beras, telur dan sayuran. Sudah semuanya aku pulang dan masak, menyiapkan kopi, dan nyapu/ Setelahnya aku berolahraga selama setengah jam, sarapan, dan mandi. Aku juga melipat baju dan selesai.  Di bagian ini ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10.01 dan harus menjemput anak-anak. Entah apa yang ada di pikiranku tiba-tiba aku menangis.  Sebuah kata yang harusnya tidak aku dengar pagi ini. Seharusnya pagi ini lebih semangat dan menyenangkan Sebuah kata yang membuat hari pagiku tidak lagi berarti. Aku salah lagi? Aku kenapa lagi? Banyak hal yang aku tak bisa, aku memang nggak banyak bisa seperti orang lain, tapi tak bisakah sedikit saja bersikap biasa setelah banyak usahaku untuknya?\...

Musim Hujan Pertama Bulan Oktober

 Alhamdulillah, allahumma soyyiban nafian.  Hari ini tanggak 25 Oktober 2023 akhirnya hujan juga setelah sekian lama. Adem, suara gemercik air yang jatuh dari atas membawa kehangatan sekaligus ketenangan.  Aku yang masih tetap duduk di depan komputer sangat senang mendengar air hujan siang ini turun. Aku bersyukur. Semoga semua tetangga yang sudah kekurangan air segera dimudahkan muncul air dalam sumurnya.  Sumurku juga segera melimpah lagi airnya, suhu di bumi sedikit bmenurun karena hujan turun . Bbeberapa ahri terakhir memang sangat panas, tetapi aku senang bisa turun hujan.  Bulan ini Oktober mau habis, apakah ini mulainya musim hujan? Semoga saja memang benar adanya. Hujan memang sangat dirindukan. Selain membawa kembali ingatan, kenangan, dan kerinduan yang telah lama hilang, hujan juga membawa kehangatan.  Siang ini ditemani otak-otak hangat dan Ost Hidden Love sangat pas rasanya buat menulis.  Selamat bekerja semuanya. 

Nayang Nangis 120 Kali

 Kata tetanggaku anakku Nayang nangisnya 120 kali sehari, hoho. Aku pun terkejut memang saat itu. Bagaimana bisa? Ya, karena dia nangis di rumah sama kakaknya, di luar sama Kira.  Kalau mereka bertiga nggak ada, di rumah nangis karena minta hp tapi nggak dikasih sama kita orang tuanya.  Ya, mau gimana lagi. ternyata akhir-akhir ini sudah kebal dengan semua tangisan anak-anak. 

Update

 Aku selama komputer rusak, aku turun 5 kg ternyata. Ya ampu aku benar-benar nggak nyangka ini semua terjadi. Aku memang olahraga tiap hari, tetapi ini adalah hasil tak terduga.  Alhamdulilahnya setelah berkali-kali bolong aku bisa menyelesaikan update ini semua. Dari sebulan lalu mungkin aku nggak updtae, tapi blog nubala bolong banyak ternyata.  Ya, sudah update sambil jalan aja. Mau gimana nanti hasil tulisannya jadi ga bagus kalau dipakasakan kan?

Kaum Mendang Mending

 Aku rasa ini adalah ujian perasaan. Aku merasa ... mbuh banget. Sebagai kaum mendang mending, aku rasa semua yang ada dan yang melibatkanku aku membaginya jadi beberapa bagian. Bagian 1: Kebutuhan yang harus aku penuhi. Ini harus dikleluarkan karena hidup ini kita punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Bagian 2: Investasi yang harus diupayakan. Gimana uang bisa berlipat ganda biar lebih mudah memenuhi kebutuhan. Ini harus kalau misal ada dan memungkinkan untuk dipenuhi.  Bagian 3: Keinginan. Aku bahkan punya segudang keinginan yang pengin banget aku bisa memenuhinya. Nau, ini artinya kalau ada lebih, ya. Nh, aku bertemu dengan dengan seseorang yang mementingkan investasi, tetapi kebutuhan utama mereka digantungkan kepada orang lain. Aku berupaya untuk ikhlas tanpa memikirkan hal lain, nyatanya aku belum bisa begitu lapang.  Astaghfirullah., maafin aku ya Allah.  rina

Tetangga

 Semalam tetanggaku cerita tentang tetangganya. Aku yang lumayan dekat dengan si doi itu, dia bilang "temanmu itu lo mbak." Bingung. Dia cerita banyak tentang ini anu inu, sampai dari yang berdua, saat dia cerita udah jadi ber-7. Bingung kenapa dia sampai ngomong seperti itu. Misalkan dia ngomong, harusnya dia hanya cerita dengan aku. Berdua saja. Namun, saat itu aku pikir nggak etis kalau harus didengar banyak orang. Si doi anu itu adalah orang batak dan jawa timur. Mereka termasuk suku yang keras, meskipun sebenarnya tidak seperti itu maksudnya. Aku mengerti sekali, sebagai suku jawa aku paham kalau itu mungkin kasar, tetapi buat mereka mungkin biasa aja. Jujur aku nggak percaya kalau mereka main pukul, tapi dia bercerita dengan dramanya kalau ada hal yang tidak boleh dilakukan ternyata mereka lakukan. Dan harusnya itu nggak perlu. Aku mengerti maksudnya. Ini pelajaran sekali untukku, aku nggak harus menceritakan apa yang aku lihat sehari-hari kep[ada orang lain. Sungguh Al...

Arisan

 Amanat ini adalah, jangan ikut arisann terlalu banyak. Apalagi dengan ekonomi gonjang ganjing macam ini.  Dah. 

Dokter Gigi

 Jadi, seminggu ini Naura sering marah-marah sendiri. Aku saking kesalnya suka marah-marah sendiri. Mood sangat jelek. Semua bisa membuatku marah dari bangun tidur sampai tidur lagi. Puncaknya adalah hari ini, pagi-pagi dia nangis setelah drama dan konser sebelum berangkat sekolah. Yap, dia sakit gigi. Ternyata giginya ada berlubang di sebelah kanan, dan sedikit bengkak. Akhirnya pulang sekolah saya antar dia ke dokter gigi dan kembali lagi nanti seminggu kemudian.

Kenapa aku nggak punya teman?

 Mungkin pernah ada yang ditanya anak, "Bu, kenapa orang bisa marah?" Apa yang harus dijawab sama kamu ke anak? Ya, karena sejatinya adalah ... manusia punya emosi. Dan itu hal wajar. Emosi emang harus dikelola dan harus bisa mengendalikannya.  iya kan?

Cemas

 Aku sedang cemas, apa yang harus aku lakukan. Nggak banyak hal yang bisa ternyata. Saat komputer rusak, aku nggak tahu harus menyalurkan semua ke mana. Aku adalah manusia yang banyak tapi untuk bercerita kepada banyak orang. Kepada suami, kepada orang tua, bahkan anak.  Apa yang harus aku lakukan, kegelisahan ini sangat membuatku tidak nyaman.  Otoke?

Perasaan yang Entah

 Apa yang bisa dilakukan saat sesuatu yang seperti mengganjal datang. Aku tidak mengerti apa yang harus bisa lakukan. Aku benar-benar sedang bingung. cukup, ada Allah. Ya Allah tolong!

Ngaji

 Hari ini aku nggak ngaji, karena ada satu dan lain hal. Sebenarnya bukan karena Naura demam, tapi adalah alasan. Aku terkadang pengecut untuk hal-hal penting justru malahan. Saat ada WA aku terkejut karena .... 

Jatah Bahagia

 Suamiku percaya kalau setelah kita bersedih-sedih akan ada bahagia yang menanti. Namun, saat kita terlalu banyak tertawa, kita akan menangis kemudian. Aku kadang berpikir apa jatah bahagia itu ada. Namun, jika ada apakah tidak boleh setiap hari tertawa?Aku kadang kesal saat suamiku bilang, "Nah, kan?"  Memang sederhana mikirnya, semua serba secukupnya, nggak berlebihan dalam segala hal. Allah memang menyuruh kita untuk tidak berlebihan bukan? Makan, aku masih melakukan makan yang berlebihan, mungkin karena punya tiga anak? #alasan Jangan lupa olahraga dan selalu bahagia.

Tidak Masak

 Sebenarnya, kalau misal dibilang sehatan mana, masak atau beli mateng, sebenarnya -ada plus minusnya misal, kalau masak jelas bahan dan bumbunya, kualitas masaknya dan lain sebagainya. Pun dengan beli matengan, dia lebih murah dan cenderung praktis karena tidak membutuhkan tenaga lagi buat masak dan mencuci perabot masak. Kekurangannya adalah ... kalau masak lebih mahal, semua beli dan harga bahan pokok itu sangat mahal menurutku. Dibanding 5 tahun lalu di sini sungguh sangat berbeda. Namun, kalau beli matengan kita nggak tahu mereka cuci atau enggak, mereka kasih apa yang mungkin kalau kita masak kita nggak ngasih itu untuk makan keluarga.  Begitulah, semua punya prespektif sendiri tentang ini. Tergantung apa yang dibeli, apa yang dimasak, dan apa yang dipilih untuk makan keluarga. Aku pikir semua ibu benar.  Bisa saja kan, masakannya memang gak bisa dimakan karena dia nggak bisa masak. Malah mubazir jadinya kalau misal ini dilakukan.  Yang terpenting adalah anak d...

Ini Bukan Mainan

 Hal yang membuatku kesal akhir-akhir ini adalah laptop yang biasa aku pakai kerja ternyata rusak. Ini rusak bukan karena softwarenya yg harus diupdate atau hardwarenya yang sudah tua, tetapi karena kesalahan manusia. Iya, Nayang memang pelakunya. Kadang aku kesal sama diri sendiri kenapa harus sekarang saat krisis melanda rumahku. Kenapa aku belum bisa beli baru. Kenapa harus sekarang yang saat ini sangat tidak mungkin aku membeli laptop lagi. Dia adalah laptop yang udah menghasilkan puluhan juta di tiga tahun terakhir. Aku sangat menyayanginya sungguh. Semua ada di sana file dari tahun 2011.  Aku berharap ini nggak akan lama.

Komputer Rusak

 Setelah laptop rusak, ternyata office komputer juga harus install ulang. Cari info ternyata 200.000,. 

Sepatu yang Kekecilan

 Hari ini 10.10 ya, entah kenapa aku hanya bisa co satu itu, sepatu. Karena kebutuhanku dengan sepatu adalah seperti kebutuhanku makan. ceilah. aku sekarang lagi suka olahraga, suka banget malahan. Jadi, kalau nggak ada sepatu aku ngga bisa olahraga. Begini, saat masih dulu anak-anak, aku itu orang pertama yang sakit kalau abis pelajaran olahraga. Semua berubah saat akhir Desember 2022, vertigo. Aku sakit dan itu rasanya nggak enak. Sebenarnya badanku gede-gede aja, tetapi aku sangat bersyukur karena aku sehat. Alhamdulillah. Saat ini aku pengin banget beli samsak. Doakan bisa ya. Rina Setyaningsih 

Nayang

Nayang tiba-tiba demam, aku panik sore-sore saat kakak ke masjid. Beruntung stok bawang merah dan minyak kayu putih aman untuk mengurangi demamnya, juga paracet yang ada di rumah. Aku sangat takut kalau anak-anak sakit, meskipun aku tegas dan disiplin tentu saja mereka anak-anakku. Aku menyayangi mereka sepenuh hati, banyak yang aku korbankan dari semua hal yang ada di dunia. Mungkin bisa saja aku menahan uangku untuk membayar hutang tapi tidak bisa.  Aku mengorbankan banyak hal untuk mereka, nggak mungkin aku membiarkan mereka sakit lama-lama. Sehat anak-anakku.  

Nggak Papa

 Saat semua masalah datang, orang juga akan datang. Entah orang terdekat atau keluarga mereka akan dengan mudah menepuk punggung kita, lalu berkata. "Nggak papa, semua akan baik-baik saja." Tanpa tahu bagaimana selanjutnya hidupnya. Mungkin mereka akan berpikir kata ini lebih baik, tetapi dengan perkataan seperti itu justru kita merasa sangat menyedihkan.

Karma

 Pagi ini keadaan blok tempatku tinggal sedikit hiruk. Pasalnya Bang Romli, katanya meninggal. Aku buru-buru ke sana untuk melihat. Sebelum aku antar kembar, aku menyempatkan diri untuk ke sana. Memnang banyak tetanggaku yang sudah di sana. Namun, ada sedikit keanehan yang di rumah itu.  Saat bapaknya sakaratul maut, anak-anaknya justru sedikit abai. Anak no 2 masih bisa cengengesan, anak no 4 malah main tiktok, anak no 1 belum datang, hanya anak no 3 yang memijat kaki bapaknya yang ternyata belum meninggal. Aku disamper tetangga, kita ngobrolin keanehan itu di rumah tetangga. Aku pikir semua karena sikap kita kepada orang tua.  Aku sebagai anak, juga sebagai orang tua merasa sangat sedih sekali. Aku berdoa semoga aku bersikap seperti ini sudah bisa dibilang baik kepada orang tua.  Aku pernah telepon orang tua, bertanya apakah aku ini anak yang sudah baik kepada orang tua sambil menangis dan tersedu. Aku minta maaf kepada mereka atas semua sikapku selama ini. Dulu se...

Aku

 Ada hal yang dari 2018 aku nggak berani melakukannya. Yaitu, mengirim naskahku ke penerbit. Hal yang benar-benar menakutkan sekaligus kemungkinan ditolak itu sangat menakutkan bagiku. Penolakan itu yang aku takutkan. Banyak orang bilang tulisanku bagus, tetapi aku merasa aku belum punya follower. Aku merasa kalau misalkan aku terbit aku belum bisa memberikan pasar yang sesuai. Karena realitanya buku kita harus punya pasar sendiri yang banyak. Loyalitas itu juga yang harus dimiliki penulis, karena penerbit juga nggak mau rugi kan? Doakan suatu hari nanti bukuku bisa mejeng di Gramedia meskipun entah kapan. Aku ingin sekali karyaku ada di sana, memberikan impact yang besar bagi pembacaku. 

HP

 Anakku mbengangang nangis minta hp, padahal udah nyalain tipi jedag jedug, tambah sound dari Nayang sayang. Rumah ramai karena doi nangis selama hammpir sejam. Sambil di pangkuanku, nangis dan memelukku, hidungnya yang udah penuh dengan ingus itu masih mengucapkan kata HP tak henti-hentinya. 

Marah

 Sebenarnya, marah bukan hal baik. Namun, hampir semua manusia pernah marah karena memang ini adalah alamiah yang dimiliki manusia.  Seperti pagiku yang sangat marah, karena hal yang aku alami semalam. Aku memang orang tua kuno yang masih mau dihargai dan dihormati anak. Meskipun aku juga ingin menjadi teman mereka. Dan satu bentakan itu tidak mau aku biarkan. Mereka tidak boleh seperti itu. 

Menikah itu Apa?

 I don't know what they thing about marid? But, I think marrid about talking the other. 3/10/2023

Marah

Aku terkadang menahan apa yang akan aku ucapkan. Bukan hanya ke orang lain, tapi juga kepada keluargaku. Aku hanya melakukan beberapa hal, seperti melihat ke arah lawan bicaraku bagaimana situasinya. Aku juga tak akan meledak saat itu, tapi suasana rumah akan menjadi suram. Seperti masalah batik hari ini, hanya karena sebuah pakaian, suasana hatiku buruk sampai malam. Aku pikir aku nggak salah atau mungkin aku memang salah. Entah 2/10/2023 

Mabuk Perjalanan

 "Bun, aku pusing." "Lihat depan."  Aku yang duduk di sebelah anak-anak tidak menoleh sama sekali. Aku juga melihat ke arah depan, pusing melanda karena driver yang mengendarai taxi kali ini masyaallah sekali. "Bun, berapa lama lagi?" "Depan sana udah sampai."  Aku masih membenarkan pikiran supaya tidak mabuk perjalanan. Oke, hari ini aku pulang dari rumah adik iparku, tapi aku tidak dijemput. Jadi, pulang sendiri dengan naik taxi online. Banyak yang aku ceritakan cuma aku masih lelah. 10/1/2023