Hari ini peringatan kemerdekaan. Aku justru berkutat dengan naskah yang harus aku revisi dari SILA. Sabarnya dia mengajariku membuatku tidak enak. Dia benar-benar melakukannya dengan sukarela. Ah, andai saja aku bisa bertemu dengannya. Suatu hari nanti jika ada kesempatan, aku akan mengajak anak-anak dan suami pergi mengunjunginya. Tentu saja harus menabung dulu. Aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik, Sil. Aku akan semangat dan kerja keras agar aku bisa tumbuh. Bahkan lebih baik dari dirimu. Rina fighting! Love, Rina Setyaningsih 17 Agustus 2020
Pagi ini keadaan blok tempatku tinggal sedikit hiruk. Pasalnya Bang Romli, katanya meninggal. Aku buru-buru ke sana untuk melihat. Sebelum aku antar kembar, aku menyempatkan diri untuk ke sana. Memnang banyak tetanggaku yang sudah di sana. Namun, ada sedikit keanehan yang di rumah itu. Saat bapaknya sakaratul maut, anak-anaknya justru sedikit abai. Anak no 2 masih bisa cengengesan, anak no 4 malah main tiktok, anak no 1 belum datang, hanya anak no 3 yang memijat kaki bapaknya yang ternyata belum meninggal. Aku disamper tetangga, kita ngobrolin keanehan itu di rumah tetangga. Aku pikir semua karena sikap kita kepada orang tua. Aku sebagai anak, juga sebagai orang tua merasa sangat sedih sekali. Aku berdoa semoga aku bersikap seperti ini sudah bisa dibilang baik kepada orang tua. Aku pernah telepon orang tua, bertanya apakah aku ini anak yang sudah baik kepada orang tua sambil menangis dan tersedu. Aku minta maaf kepada mereka atas semua sikapku selama ini. Dulu se...
Empat tahun lalu aku memang melakukan kesalahan. Terlambat membawa anak-anak ke dokter yang menyebabkan aku hampir kehilangan dia. Kemarin sekitar empat hari yang lalu aku hampir melakukan lagi. Aku dan suami memang sedikit takut dengan kondisi di luar sana. Isu Corona yang sampai saat ini belum juga mereda membuat kami takut membawa ke dokter. Akhirnya saat aku sudah tidak kuat lagi untuk diam, sebelum suami pulang aku membereskan rumah, menyiapkan baju ganti di dalam tas, dan keperluan mendesak seperti kartu BPJS dan KK. Namun, saat suami pulang dia menolak membawa semua keperluan yang aku siapkan. Memang benar, saking takutnya aku bahkan menyiapkan ini kalau-kalau anak-anak opname di rumah sakit. Demam yang sudah dua har bahkan turun pun tidak membuatku sangat ketakutan saat itu. Aku bahkan terus menangis karena merasa aku salah dan tidak berguna. Aku bahkan menangis ketakutan kalau mereka akan kenapa-kenapa. Bukan insting seorang Ibu, melainkan ini adalah sebuah tr...
Komentar
Posting Komentar