Karma

 Pagi ini keadaan blok tempatku tinggal sedikit hiruk. Pasalnya Bang Romli, katanya meninggal. Aku buru-buru ke sana untuk melihat. Sebelum aku antar kembar, aku menyempatkan diri untuk ke sana. Memnang banyak tetanggaku yang sudah di sana. Namun, ada sedikit keanehan yang di rumah itu. 

Saat bapaknya sakaratul maut, anak-anaknya justru sedikit abai. Anak no 2 masih bisa cengengesan, anak no 4 malah main tiktok, anak no 1 belum datang, hanya anak no 3 yang memijat kaki bapaknya yang ternyata belum meninggal.

Aku disamper tetangga, kita ngobrolin keanehan itu di rumah tetangga. Aku pikir semua karena sikap kita kepada orang tua. 

Aku sebagai anak, juga sebagai orang tua merasa sangat sedih sekali. Aku berdoa semoga aku bersikap seperti ini sudah bisa dibilang baik kepada orang tua. 

Aku pernah telepon orang tua, bertanya apakah aku ini anak yang sudah baik kepada orang tua sambil menangis dan tersedu. Aku minta maaf kepada mereka atas semua sikapku selama ini.

Dulu sebelum nyai meninggal, Bang Romli ini sedikit acuh kepada mamanya, bahkan sampai meninggal mamanya ini nggak dibawa ke rumah sakit alasananya nggak mau minum obat, sedih sekali. Ini terhitung sudah 6 bulan semenjak nyai meninggal Bang Romli sakit. 


7/10/2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri