Perih

 Hari ini diawali dengan kesiangan, pukul 06.02 aku baru bangun langsung ke kamar mandi buat wudu dan salat. Setelah anak-anak bangun aku menyiapkan sarapan roti bakar coklat dan membantu mereka selesai di pukul 06.37. Semua selesai, berangkat sekolah. 

Sebelum pulang, belok dulu belanja beras, telur dan sayuran. Sudah semuanya aku pulang dan masak, menyiapkan kopi, dan nyapu/ Setelahnya aku berolahraga selama setengah jam, sarapan, dan mandi. Aku juga melipat baju dan selesai. 

Di bagian ini ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10.01 dan harus menjemput anak-anak. Entah apa yang ada di pikiranku tiba-tiba aku menangis. 

Sebuah kata yang harusnya tidak aku dengar pagi ini. Seharusnya pagi ini lebih semangat dan menyenangkan Sebuah kata yang membuat hari pagiku tidak lagi berarti. Aku salah lagi? Aku kenapa lagi?

Banyak hal yang aku tak bisa, aku memang nggak banyak bisa seperti orang lain, tapi tak bisakah sedikit saja bersikap biasa setelah banyak usahaku untuknya?\

Kenapa selalu menempatkan aku di tempat yang salah? Apa lagi yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan supaya kamu lebih bisa menghargai aku? Aku selalu salah dan nggak bisa berbuat apa pun di matamu. Aku berusaha untuk tetap hidup saat aku dihantam habis-habisan dengan semua kata-katamu dan sikapmu itu? Kenapa kamu selalu jago memperlakukanku seperti ini?

Aku adalah aku, aku memang tidak sesempurna yang kamu pikirkan, tapi aku berusaha untuk tetap baik dan berusaha semaksimal yang aku bisa. Apa yang harus aku lakukan? 

Apakah menangis diam-diam ini membantu? Apakah harusnya aku bekerja lebih keras sehingga apa yang menjadi kebutuhanku pribadi bisa aku penuhi sendiri? Apakah tidak bisa aku bergantung saja denganmu? Aku ingin seperti itu, tetapi kamu .... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri