Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Writting Chalange

 Sebenarnya sudah lama pengin ikutan chalange ini, tapi masih bingung tema apa yang akan aku tulis. Nah, tadi nemu di story Sila tentang tema nulis sebulan ini. Aku berniat untuk menulis dengan tema itu di blog ini.  Waktu yang aku gunakan mungkin setelah selesai Senja. Apakah aku bisa? Kita lihat nanti setelah tanggal 27 Oktober 2020. 

Putri Salju

 Hari ini adalah deadline batch tiga tema Untukku. Walaupun ada lima naskah yang harusnya masuk hari ini, tapi sampai pukul 16:00 pun belum juga masuk. Temanku hari ini datang membuatku lebih merasa bahagia. Pada saat deadline seperti ini aku butuh menghibur diriku sendiri. Membuat kue gosong dan bolu yang rada aneh rasanya walaupun lebih enak dari buatanku membuat tawaku pecah.  Ah, bahagia sekali aku mendapat kunjungan macam ini. Aku merasa lega karena masih ada yang mau berteman denganku.  Lihat, kan? Betapa menyenangkan ini saat dikejar-kejar naskah ternyata kesenangan datang. Aku tahu akan lebih boros, tapi nggak setiap hari terjadi, kan? Dia baik, mau datang jauh-jauh hanya untuk mengajariku membuat kue. Walaupun aku hanya membantu 20 persennya saja. Hahaha, but I love it so much.  Oh, ya. Apa kabar hari ini? Bagaimana weekendmu? Sangat menyenangkan? aku harap begitu.  With love, Rina Setyaningsih.

at Malam

 Hai, Sayang. Di luar sedang hujan. Aku duduk sendiri di meja kerja dengan satu buku baru yang belum sempat kulepas sampul plastiknya.  Aku rindu, sampai rasanya napasku sesak. Aku ingin bertemu di sendu malam yang membuatku betah lama-lama mengingatmu. Hati-hati. Di luar licin, kemudimu juga harus kau pegang kuat. Kapan pulang, Sayang? Malam ini kamu akan memasuki usia baru. Usia yang sesungguhnya banyak hal yang membuatmu khawatir, bimbang, takut, dan kecemasanmu karena banyak dari targetmu belum juga tercapai.  Berakli aku mengatakan, bahwa nggak semua hal terjadi sesuai rencana. Terkadang semesta memang meminta kita untuk lebih dekat dengan sang Maha Agung, menyuruh kita berlama-lama mengingatnya, menyuruh kita memantaskan diri untuk mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan. Aku tahu, ini terdengar omong kosong. Lagi pula bukan karena kamu mendapatkan banyak hal itu, aku lebih mencintaimu karena itu adalah kamu. Kamu yang sepaket dengan apa yang kamu miliki. Kamu deng...

Judulnya kecewa

 Awal bulan Agustus kemarin aku diminta seseorang untuk mengedit beberapa lembar tugasnya. Entah bagaimana, aku hanya merasa kecewa. Anehnya aku pun tidak tahu apa yang aku kecewakan. Aku tahu awalnya aku memang berharap banyak. Maka dari itu, berharap kepada manusia itu dilarang. Allah yang memberikan semua. Aku mengira kemarin Surat untuk Ibu hanya terjual 36 eks saja, ternyata 98 eks terjual. Tentu saja aku merasa sangat bersyukur, ini adalah perjuangan. Aku tahu penghasilannya belum sebesar banyak orang. Namun, aku sudah sangat senang karena hal ini.  Banyak hal nggak terduga selain itu semua. Salah satu kontributor membohongi saya, janji transfer awal bulan tanggal lima. Oke aku setujui, tapi ternyata sampai sekarang belum juga kembali. Mungkin ini namanya tabungan untuk keberhasilan di depanku nanti.  Waktu Sila bilang, siapa tahu nanti ada yang beli 20 eks Kak, ini adalah fakta yang haris disyukuri karena memang ternyata Allah malah kasih lebih banyak dari yang Sil...

Panik

 Empat tahun lalu aku memang melakukan kesalahan. Terlambat membawa anak-anak ke dokter yang menyebabkan aku hampir kehilangan dia.  Kemarin sekitar empat hari yang lalu aku hampir melakukan lagi. Aku dan suami memang sedikit takut dengan kondisi di luar sana. Isu Corona yang sampai saat ini belum juga mereda membuat kami takut membawa ke dokter. Akhirnya saat aku sudah tidak kuat lagi untuk diam, sebelum suami pulang aku membereskan rumah, menyiapkan baju ganti di dalam tas, dan keperluan mendesak seperti kartu BPJS dan KK. Namun, saat suami pulang dia menolak membawa semua keperluan yang aku siapkan. Memang benar, saking takutnya aku bahkan menyiapkan ini kalau-kalau anak-anak opname di rumah sakit. Demam yang sudah dua har bahkan turun pun tidak membuatku sangat ketakutan saat itu. Aku bahkan terus menangis karena merasa aku salah dan tidak berguna. Aku bahkan menangis ketakutan kalau mereka akan kenapa-kenapa.  Bukan insting seorang Ibu, melainkan ini adalah sebuah tr...