Hai, Sayang. Di luar sedang hujan. Aku duduk sendiri di meja kerja dengan satu buku baru yang belum sempat kulepas sampul plastiknya. Aku rindu, sampai rasanya napasku sesak. Aku ingin bertemu di sendu malam yang membuatku betah lama-lama mengingatmu. Hati-hati. Di luar licin, kemudimu juga harus kau pegang kuat. Kapan pulang, Sayang? Malam ini kamu akan memasuki usia baru. Usia yang sesungguhnya banyak hal yang membuatmu khawatir, bimbang, takut, dan kecemasanmu karena banyak dari targetmu belum juga tercapai. Berakli aku mengatakan, bahwa nggak semua hal terjadi sesuai rencana. Terkadang semesta memang meminta kita untuk lebih dekat dengan sang Maha Agung, menyuruh kita berlama-lama mengingatnya, menyuruh kita memantaskan diri untuk mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan. Aku tahu, ini terdengar omong kosong. Lagi pula bukan karena kamu mendapatkan banyak hal itu, aku lebih mencintaimu karena itu adalah kamu. Kamu yang sepaket dengan apa yang kamu miliki. Kamu deng...