Judulnya kecewa
Awal bulan Agustus kemarin aku diminta seseorang untuk mengedit beberapa lembar tugasnya. Entah bagaimana, aku hanya merasa kecewa. Anehnya aku pun tidak tahu apa yang aku kecewakan. Aku tahu awalnya aku memang berharap banyak. Maka dari itu, berharap kepada manusia itu dilarang.
Allah yang memberikan semua. Aku mengira kemarin Surat untuk Ibu hanya terjual 36 eks saja, ternyata 98 eks terjual. Tentu saja aku merasa sangat bersyukur, ini adalah perjuangan. Aku tahu penghasilannya belum sebesar banyak orang. Namun, aku sudah sangat senang karena hal ini.
Banyak hal nggak terduga selain itu semua. Salah satu kontributor membohongi saya, janji transfer awal bulan tanggal lima. Oke aku setujui, tapi ternyata sampai sekarang belum juga kembali. Mungkin ini namanya tabungan untuk keberhasilan di depanku nanti.
Waktu Sila bilang, siapa tahu nanti ada yang beli 20 eks Kak, ini adalah fakta yang haris disyukuri karena memang ternyata Allah malah kasih lebih banyak dari yang Sila katakan. Ini mungkin aku harus lebih baik lagi ibadahnya. Maafin aku ya Allah.
Komentar
Posting Komentar