Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Single and Happy

 NO I'M NOT Aku bukan single sekarang. Aku adalah perempuan menikah dengan suami yang sangat menyayangiku, anak-anak penuh pengertian yang membiarkan aku duduk berlama-lama di belakang meja atau gegeoleran di kasur kamar dengan laptop menyala atau buku tebal terbuka. Suamiku yang selalu merelakan waktu malamku untuk membalas pesan chat teman literasi atau gedit naskah bahkan nulis saat ide di otakku seperti lampu yang menyala. Aku menyayangi mereka lebih dari diriku sendiri.  Memang tidak ada misal di dunia ini, tetapi keputusan egoisku di masa lalu memang hal yang aku syukuri saat ini. Bukan berararti jika menunda atau melepas sebagian mimpi tidak akan mempunyai mimpi selanjutnya.  Aku suka belajar, aku suka mengajar, aku bahkan menyukai sekolah, kuliah, membaca, bahkan menulis. Aku menyukai mereka, tetapi kesempatan ada saat setiap keputusan dari mereka terelakan atau tertunda.  Aku ingin punya gelar berentet, piagam penghargaan atas apa yang aku sukai, aku ingin m...

Your Parents

T idak semua orang tua membuat anaknya menderita, bahkan orang tua biasanya tidak akan membiarkan anak-anaknya terluka, apalagi samoai trauma. Namun, ada hal-hal yang membuat mereka sebagai anak tak berdaya dan menderita trauma seumur hidupnya. Ketakutan yang berlebihan mungkin bisa dibilang begitu, tetapi ada banyak hal yang ada di otak anak teraptri beberapa ketakutan yang bahkan bisa membuat segalanya terlihat menyeramkan.  Aku tidak mengatakan mereka adalah orang tuaku atau mertua yang aku sayangi. Mereka tidak melakukan hal itu. Aku dan suami dibesarkan dengan banyak kasih sayang yang selama ini rasanya aku belum bisa membalas mereka walaupun sedikit.  Ya, tapi ada hal-hal tertentu yang membuatku ketakutan saat berada di tengah-tengah mereka. Aku merasa aku belum cukup  pantas ada di tengah mereka, aku masih sering melakukan hal yang mengecewakan. Entah aku akan terlihat seperti apa, tapi ini sungguh. Rasanya tidak menyenangkan terlalu sering membuat mereka kecewa....

Place You Want to Visit

 Berbicara mengenai tempat mana yang ingin aku kunjungi ada beberapa, entah yang mana dulu aku tidak tahu. Sekarang, aku hanya menuliskannya di sini berharap suatu saat nanti aku bisa pergi ke sana. 1. I want to visit Mekkah      Aku ingin ke sana karena ingin haji. Menurutku, hidup hanya sekali, aku ingin hidup ini bisa mengamalkan rukun islam kelima ini.  2. I want to visit Lombok     Sudah lama sekali aku ingin ke sana. Bahkan salah satu tulisannku menyematkan Lombok sebagai bagian setting dramanya Candra dan Karina. Aku ingin ke Pantai Senggigi. Selain itu, aku ingin menikmati bukit dan berfoto di sana. Menyenangkan pasti. 3. I want to visit Edinburgh University       Entah aku lupa ceritanya sama ini universitas, tapi ini adalah salah satu kampus yang aku pengin banget ke sini buat belajar setelah SMU (Singapore Management University). Impianku untuk belajar memang rada gila. Pada dasarnya aku suka belajar. Aku menyukai pemandangann...

A Memory

 Dear Aku,  Ada satu alasan yang terkadang ketakutan itu lebih besar dari apa yang aku bayangkan. Akhir-akhir ini ketakutan itu muncul lagi. Entah karena aku masih terbayangkan akan hal itu atau sedang diri tidak baik-baik saja.  Aku merasa masa lalu itu masih menempel kepadaku hingga saat ini atau justru makin membesar tumbuh hingga aku tidak melihatnya kecil.  Saat 4 tahun 6 bulan yang lalu Naura tergeletak lemah di ranjang rumah sakit, kesakitan dengan kabel menmpel di mana-mana, aku masih tidak bisa berpikir saat itu, tapi tubuhku sangat kurus saat itu. Kesulitan keuangan, kesulitan makan, meninggalkan Nadjwa di rumah, lebaran pertama kami berempat berjauhan dengan kondisi Naura sangat buruk.  Seolah makanan susah tertelan, tapi aku harus sehat. Berkali-kali teman-temanku menjenguk, tapi tetap keadaan Naura belum membaik juga. Bayi berusia hampir dua bulan itu masih tergeletak tak berdaya.  Rindu terhadap anakku Nadjwa, rindu karena di di rumah juga sed...

Think that Make You Happy

 Ngomongin tentang kesenangan, aku adalah salah satu perempuan yang sangat suka makan. Ini jujur. Makan membuatku lebih relaks, apalagi dengan menu mie atau sebangsa coklat.  Kebahagiaan yang membuat hormon endorfin tiba-tiba naik adalah sebuah pelukan, kata-kata terima kasih, bahkan kejutan kecil.  Setiap bisa bangun pagi juga termasuk kebahagiaan. Bisa salat dengan khusyuk juga termasuk kebahagiaan. Ada banyak hal kecil yang bisa membuatku bahagia.  Saat aku bisa menikmati buku-buku favorit tanpa ada gangguan, menulis dengan tenang ditemani secangkir kopi hangat, ah ini sangat menyenangkan. Ada satu hal lagi yang realistis untukku, yaitu orderan buku melimpah, memenuhi target. Ini adalah berkah yang sangat menyenangkan. Keluarga sehat adalah hal menyenangkan ke sekian kalinya. Aku selalu mendoakan banyak orang tentang sehat, bahagia, dan rezeki.  Aku berharap hal-hal menyenangkan ini bisa sering aku dapatkan. 

Describe your personality

Rina Setyaningsih. Aku tidak punya nama pena. Aku berharap nama dari orang tuaku ini menjadi doa agar aku selalu dilimpahi berkah, keberuntungan, dan rezeki yang berlimpah.   Aku adalah seorang perempuan. Lahir di bulan Desember tanggal 1 saat itu. Stop! Jangan menanyaiku usia, karena aku akan malu mendengar jawabanku sendiri. Aku harusnya punya sesuatu yang harus dibanggakan sebelum menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan usia. Aku adalah pribadi tertutup. Aku malas sekali bersosialisasi dengan orang banyak. Aku sering merasa kelelahan dan sakit kepala saat bertemu dengan orang baru atau mendapat tekanan. Sepertinya ini yang membuatku nggak betah kerja kantoran dengan rutinitas sama setiap waktu. Aku lebih menyukai bekerja di depan laptop, lalu saat lapar aku akan ke dapur untuk membuat pizza atau sebungkus indomie.  Saat aku kelelahan dan mengantuk, aku tidak akan pura-pura pergi ke toilet untuk sekedar tidur beberapa menit. Aku akan menyalakan ac mengaktifkan mp3, ...