Single and Happy

 NO I'M NOT


Aku bukan single sekarang. Aku adalah perempuan menikah dengan suami yang sangat menyayangiku, anak-anak penuh pengertian yang membiarkan aku duduk berlama-lama di belakang meja atau gegeoleran di kasur kamar dengan laptop menyala atau buku tebal terbuka.

Suamiku yang selalu merelakan waktu malamku untuk membalas pesan chat teman literasi atau gedit naskah bahkan nulis saat ide di otakku seperti lampu yang menyala. Aku menyayangi mereka lebih dari diriku sendiri. 

Memang tidak ada misal di dunia ini, tetapi keputusan egoisku di masa lalu memang hal yang aku syukuri saat ini. Bukan berararti jika menunda atau melepas sebagian mimpi tidak akan mempunyai mimpi selanjutnya. 

Aku suka belajar, aku suka mengajar, aku bahkan menyukai sekolah, kuliah, membaca, bahkan menulis. Aku menyukai mereka, tetapi kesempatan ada saat setiap keputusan dari mereka terelakan atau tertunda. 

Aku ingin punya gelar berentet, piagam penghargaan atas apa yang aku sukai, aku ingin memenangkan juara menulis. Aku ingin tour keliling indonesia atau dunia dari menulis. Aku menyukai ini. 

Walaupun sebagian dari mereka tertunda, aku sangat bahagia dengan apa yang aku punya saat ini. Jujur saja ada masalah, tapi bukankah itu wajar untuk manusia yang merajut kehidupan seperti kami. Ada saat aku menyesal, tapi tidak berselang lama aku memohon ampun dan bersyukur setelahnya. 

Banyak yang lebih tidak beruntung dibanding aku. Jadi, aku jauhkan kata mengeluh dari hidupku. Menghela napas sesekali, lalu tersenyum lagi. 

Menyenangkan bukan? Menjadi istri, ibu, sekaligus anak sangat menyenangkan. Salah satu berkah yang diberikan Tuhan untukku salah satunya adalah ini. 

Terima kasih suamiku, anak kembarku. Aku mencintai kalian. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri