Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Aku dan Ego

 Saat aku dengan senang hati membawa banyak mimpi ke pelukan. Entah mengapa rasanya aku malah seperti tidak bisa apa-apa. Seharusnya aku enggak banyak tetek bengek, tapi ya sudah ini sudah keputusan.  Punya tim memang harus bertanggung jawab. Sebagaimana aku bisa menjadi leader yang baik. Katanya semakin besar keputusan yang kita ambi, semakin besar pula rasa tidak nyaman di awal memulainya.  Aku bukan sok pintar, sok bisa, atau sok-sok lain. Aku benar-benar ingin belajar dan membuat targetku tercapai. Urusan hutang yang benar-benar membuatku tidak nyaman adalah faktor utama aku ngotot begini.  Pressure pasti ada dan aku siap jua dengan hal satu ini. Setelahnya aku akan manut dengan apa yang dikatakan bos. Setelah membuat target ini, harapanku adalah aku bisa membuat lebih dari lima tema menarik dengan kontributor minimal 38 orang. Allah mudahkan jalanku, Allah bantu aku, Allah, aku tak ada apa-apa tanpaMu.  Membuat chalange untuk diri sendiri yang entah bagaima...

Eyenomaly

 Hai,  Hari ini aku sedang berpikir nama yang cocok yang akan aku gunakan untuk ceritaku selanjutnya setelah Dru.  Aku tahu ini terkesan buru-buru. Entah apa yang aku katakan ini benar atau tidak aku tak tahu. Namun, aku sedang mempersiapkan cerita metropop.  Untuk penokohan aku ingin nama mereka mengandung unsur ke jawa-jawan gitu. Like Dru Aksa atau Pega Kalih Rahmadipraja

Sunny Day

 Dari pagi aku gegeoleran di tempat kerjaku, ada ruang kecil dengan meja reot dan kursi bekas di sana. Aku selesai menulis tiga judul puisi dengan tema yang aku bahkan lupa sekarang temanya. Sebenarnya aku sangat ingin membuat tulisan yang mendayu-dayu dan membuat hati menghangat. Namun, kemampuan yang kumiliki belum sampai pada garis itu.  Menulis cerita memang lebih menyenangkan, tapi bukan berarti puisi tidak bagus. Justru ini bedanya. Aku belum bisa ke sana. Sebenarnya aku mengikuti ini karena biar kolam yang aku buat lebih luas dari yang sekarang. Entah prospek ke depan bagaimana, aku hanya membangun dan mencoba mencari celah jika suatu saat nanti ini diperlukan.  Demam Ikarus belum juga usai, aku bahkan sampai menunggunya sampai berkali-kali demi menyimak notif dan menjadi yang pertama membaca.  Tema yang aku buat untuk batch tiga Nubala Project, jika kamu ingin tahu akan aku kuberikan bocoran sedikit. 1. Untukku : Tentang mencintai dan memaafkan diri sendiri. ...

Yang diterima kadang lebih banyak dari yang diberi

 Pagi ini, sebelum ke bawah seperti biasa saya mencari suami. Dia yang sudah bangun terlebih dulu akan bermain hp dengan earphone di telinganya. Aku ke atas tiduran di lengannya rasanya lebih menyenangkan dan mendebarkan.  Tentu saja, walaupun sudah tujuh tahun pernikahan aku tetap merasakan itu dengan suamiku yang baru lima tahun efektif tinggal serumah.  Aku menerawang langit-langit sambil membayangkan banyak hal di pikiranku.  "Yang, kalau suatu saat nanti aku punya penerbitan sendiri gimana?" tanyaku pagi ini.  "Ya, terserah kamu. Aku kan sudah bilang, cari kesenanganmu, nikmatin apa yang kamu lakukan sekarang, kalau itu membuatmu bahagia lakukan saja. Bersenang-senang saja dengan apa yang kamu lakukan itu." Begitu kira-kira jawabannya. "Aku nggak main-main, ya." "Ya, kalau itu buat kamu senang, aku tidak akan melarang." "Tapi apa mungkin aku bisa?" "Lakukan saja yang terbaik saat ini. Nanti kalau dirasa kamu mampu, suatu saat ...

Rintik

Alhamdulillah, Sesaat mataku terpejam dari sekian hal yang kulihat pagi ini hujan adalah hal paling menyenangkan. Angin menari melewati wajahku, menyapunya hingga anak rambutku terlepas dari ikatannya.  Lihat ada banyak yang menari selain angin sapuannya menyelinap di sela-sela ranting kemudian menghasilkan gesekan yang menenangkan.  Aku mencintai apa yang aku lakukan sekarang. Berharap lebih banyak dari yang aku kira mungkin akan membuatku lebih banyak bekerja keras lagi. Namun, ada hal yang ingin aku bagikan bahwa mimpi itu sebenarnya tidak gratis dia harus dibayar dengan kerja keras dan banyak hal yang mesti dilalui.  Aku tahu, ini dunia baru untukku dan suami. Namun, kita optimis dan saling support. Bisnis yang masih numpang ini aku harap membesar dan punya manfaat yang lebih banyak.  Love, Rina Setyaningsih

Hi!

 Sepertinya sudah lama sekali tidak ke sini. Ada banyak hal terjadi sebelumnya. Surat untuk Ibu sudah terbit sekarang sedang masa pre order. Hari yang menyenangkan ketika banyak orderan masuk dengan jumlah yang banyak. Alhamdulillah. Aku mensyukuri banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Entah baik atau enggak aku yakin ini bagian dari yang terbaik dari Tuhan. Aku bukanlah seseorang dengan mimpi tinggi yang aku takut gapai. Aku hanya ingin hidup bahagia tanpa hutang dan bisa pergi haji. Bagiku, mimpiku adalah menjadikan anakku lebih mapan dari diriku.  Akan kurajut perlahan ia dengan hati-hati dan kuserahkan kepada Allah sang Pemilik Hati. Aku bukan manusia yang sempurna, aku adalah aku dengan sejuta kekurangan dan kelemahan. Bukan hal gila aku ingin punya penerbitan dengan banyak event dan tim. Krisis kepercayaan kepada orang lain membuatku benar-benar enggak tahu lagi mesti gimanain dia. Merajut asa bersama suamiku untuk punya pasiv income