Sunny Day
Dari pagi aku gegeoleran di tempat kerjaku, ada ruang kecil dengan meja reot dan kursi bekas di sana. Aku selesai menulis tiga judul puisi dengan tema yang aku bahkan lupa sekarang temanya.
Sebenarnya aku sangat ingin membuat tulisan yang mendayu-dayu dan membuat hati menghangat. Namun, kemampuan yang kumiliki belum sampai pada garis itu.
Menulis cerita memang lebih menyenangkan, tapi bukan berarti puisi tidak bagus. Justru ini bedanya. Aku belum bisa ke sana. Sebenarnya aku mengikuti ini karena biar kolam yang aku buat lebih luas dari yang sekarang. Entah prospek ke depan bagaimana, aku hanya membangun dan mencoba mencari celah jika suatu saat nanti ini diperlukan.
Demam Ikarus belum juga usai, aku bahkan sampai menunggunya sampai berkali-kali demi menyimak notif dan menjadi yang pertama membaca.
Tema yang aku buat untuk batch tiga Nubala Project, jika kamu ingin tahu akan aku kuberikan bocoran sedikit.
1. Untukku : Tentang mencintai dan memaafkan diri sendiri. Jika ada masa lalu yang membuat luka dan goresan dalam hidupmu, percayalah itu bukan satu-satunya hal yang membelenggu hidupmu, lalu kamu harus terkurung di sana dalam sesal dan rasa bersalah. Takdir melukisnya dengan begitu bukan untuk menghukummu, tapi untuk membuatmu belajar.
2. Senja : Warna yang melukiskan rasa. Saat petang menjelang, kamu duduk di teras rumah dengan pisang goreng buatan Ibu, tanganmu memegang buku novel romantis, sedang di samping ayahmu sedang menyesap kopinya. Ada rasa yang terlukis di sana. Ingin senja itu menyampaikan rasa rindunya pada seseorang yang telah lama tidak ia lihat.
3. Secret Box : Sebuah kotak rahasia yang mengungkap sebuah fakta. Fakta yang membuat sesuatu yang tak lagi sama. Sebuah rahasia yang tiba-tiba terbongkar tanpa sadar, tanpa tahu, tanpa sengaja.
Jika ada yang membaca suatu saat nanti, inilah perjalanan Nubala Project tim Rina Setyaningsih.
Komentar
Posting Komentar