Seragam Lecek untuk Besok
"Mbak Ayu, tolong ambil gosokan, ya. Terima kasih." Aku sudah mengirim sebuah pesan kemarin saat anak-anak pulang sekolah. Setelah cuci kering, aku memasukkan semua baju yang akan aku setrikakan dii laundry milik tetanggaku. Aku memang berlangganan semenjak dia membuka laundryan. Aku membayarnya setiap awal bulan untuk banyak kilo tertentu.
Sudah mau malam sekarang, hanya saja tas laundryku masih nangkring di keranjangnya. Biasanya Mbak Ayu ini rajin ngambilin setiap pagi, tetapi entah mengapa hari ini dia tidak datang. Begitu juga beberapa hari lalu, padahal udah aku tunggu-tunggu.
**
Pagi ini aku dititipin uang arisan dari tetanggaku, dia emang sering begini. Memberiku uang arisan karena malas datang, kadang kalau orangnya tidak ada di rumah, ya dia belum bangun tidur. Jadi, tiap hari Minggu dia datang ke rumah untuk memberiku uang untuk diberikan ke bos arisan, yang kebetulan rumahnya ada di depanku, juga yang punya laundryan.
"Bil!" seruku. "Ini, ya, uang arisannya Mbak Ulfa." Setelah menyerahkan uang ke tangan Bil aku mengambil tas laundryku yang masih di keranjang. Aku pikir, daripada besok aku khawatir dan merepotkan juga karena harus dadakan, aku mengambilnya kembali.
"Loh kok Mbak ambil lagi?" Bil heran karena aku mengambil tas yang udah aku serahkan.
"Nggak apa, soalnya ada yang buat besok, aku mau setrika sendiri."
"Bisa kok, Mbak. Bisa. Semalam Ayu ...." Belum dia melanjutkan, aku tersenyum kecut.
"Nggak papa, besok lagi aja. Ada yang buat besok soalnya." Aku kembali mengucapkan kalimat yang sama.
Biasanya Mbak Ayu mengambil gosokanku di hari Sabtu pagi, kemudian Senin pagi kalau tidak Minggu malam dia akan datang ke rumah untuk memberikan hasil gosokannya kepadaku. Karena anakku masih belum punya seragam komplit dari sekolahnya, jadi aku nggak bisa menyerahkan seragam buat Senin lebih awal. Aku juga nggak punya seragam dobel buat mereka, jadi ya begitulah.
Setelah acara menarik kembali tas laundry itu, tiba-tiba ada pesan dari Mbak Ayu untuk mengambil laundryku. Sebenarnya aku hanya akan mengambil baju seragam putih merah. Nggak enak, kan kalau ngadul-adul di rumah orang. Toh aku nggak serajin itu. Wohoho
Mbak Ayu menjelaskan kalau ternyata yang kerja di tempatnya sedang tidak masuk, jadi dia kewalahan dan nggak bisa pick up tepat waktu. Aku sudah yakin, pasti ada satu alasan kenapa seseorang memutuskan sesuatu. Jadi, mendengarkan terlebih dulu juga baik.
Seragam merah putih ini sudah aku putuskan untuk menggosok sendiri, meskipun gosokanku nggak sehebat Mbak Ayu yang melipit dan licin. Lumayan insyaallah. Hehe.
Ada yang mau laundry juga bisa laundry di sana. Namanya Laundry Pathia alamatnya di mana, ya? Bisa telepon atau kirim komentar nanti aku kasih kontaknya.
24 Sep 2023
Komentar
Posting Komentar