Jebule

Sore ini panik, sumpah! Aku memegangi kepalaku yang rasanya muter-muter. Keringet bercucuran, sampai rasanya aku nggak kuat berdiri. Namun, aku berusaha meraih kabinet, kemudian mencari obat kuat di sana. Untungnya masih ada. Anak-anak entah main ke mana, aku sendirian di rumah. 

Beberapa menit kemudian aku berbaring lagi. Melihat ponsel ada notifikasi dari suamiku. 

Melihat berita, kepalaku semakin sakit. Harusnya sore ini aku masak dan segera siapkan makanan untuk anak-anak. Namun, kondisiku nggak memungkinkan. Wis cara gampang aku WA Mbak Ulfa untuk memintanya mengantar beberapa lauk dan nasi. 

Pas datang sekitar Magrib. Aku masih baringan, anak-anak bersiap ke masjid. Nayang nangis, kemudian aku berusaha bangkit. Ndredeg itu apa ya gemeteran. Kakiku kayak melayang padahal masih nyentuh tanah. 

Aku wis gemeteran, terus tak paksakne mangan, kan. Aku berpikir karena berantem karo bocah terus oleh berita koyok ngono aku mungkin lagi stress. Ternyata bar mangan, aku terus keringeten, kepalaku juga enteng rasanya. 

Kesimpulan, aku bukan stress jebule lali mangan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri