Hasil Mid Semester 1 Kelas 1

"Bunda udah bilang nggak papa." Anakku merebak, dia menangis tanpa suara  air matanya membanjiri pipinya. 

Begitu masuk rumah, dadaku udah sesak. Aku mungkin kecewa dengan diriku sendiri. Aku merasa nggak maksimal dengan apa yang udah terjadi dengan anak-anakku. Aku pikir anakku akan menjadi yang pertama, tetapi nyatanya dia jauh dari yang pertama.

Ini kali pertama anakku ujian di sekolahnya. Aku pun paham betul dengan itu. Masih ada waktu buat memperbaiki semua. 
Akhirnya yang kulakukan adalah meninggalkan anakku di bawah dan masuk kamar. 

"Yang, peluk," ucapku kepada suamiku. 

"Kok udah pulang," tanyanya heran karena melihatku sudah ada di rumah. 

"Udah." Aku hanya menjawab singkat. Aku udah hampir menangis di pelukan suamiku. 

"Gimana, juara berapa dia?" Aku justru menangis. Air mataku luruh seketika. Aku nggak tahan lagi. 

"Nggak dapat." Menurutku juara 6 bukan juara. Maksudku memang masih 10 besar, tapi nilainya bukan itu harusnya. 

"Nggak papa." Dia mengelus puncak kepalaku, mencium lama di sana. Namun, tangisku masih saja belum reda. Aku merasa harusnya ini lebih baik. Aku merasa aku yang salah. 

Suamiku masih diam, dia tidak bergeser sedikit pun sampai aku tenang. Sebenarnya aku nggak boleh seperti ini, bagaimanapun anak-anak sudah berusaha sebisa mereka. 

Aku berharap semester 1 nanti, anak-anakku bisa menjadi juara 1 dan 2. Aku berharap mereka lebih teliti dan lebih paham dengan soal yang akan dikerjakannya.

29/9/2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri