Bojoku sing Ayu Dewe

 Hahaha. Hari Sabtu ini sepertinya Om Dedi sedang bahagia. Usut punya usut, sekarang tanggal tua, mungkin dia abis gajian. Lihat betapa bahagianya pagi ini, aku yakin  dia gajiannya tanggal 20 kemarin. Iya ini hanya ke-sok tahuan ku saja. 

Kalau enggak, istrinya yang ada di Tegal sana mungkin lagi ngambek, pengin suaminya itu pulang jengukin dia dan anaknya yang usianya 2,5 tahun itu. 

Sekarang sudah sekitar pukul 12.22, aku sedang gegoleran macam pengangguran, Mandorin anak-anak yang lagi makan sama teman-temannya di rumah. Sabtu, rumah ramai, Anak-anak sering bawa temannya datang buat baca buku atau sekedar buka-buka lihat gambar, kalau nggak ya tim ngobrak abrik rak buku. 

Di luar juga lagi nggak begitu panas, cucian juga sudah dikeluarkan. Salat udah, gosokan, aman. 

Pas begitu, aku dengar Om Dedi lagi teleponan sama istrinya. 

"Bojoku sing ayu dewe!" Wis romantis tenan. Sak tanggane krungu kabeh. Atau mungkin aku saja tetangga yang julidun kurang kerjaan. 

Hanya saja, sesuatu yang sederhana itu, aku pikir bisa membuat pasangan itu bahagia. Meskipun isi dompet menipis atau anak-anak yang kurang kondusif, pas ditelepon kakang prabu begitu, mungkin hal yang membuat suasana hatinya tidak baik menjadi lebih baik dan lebih bahagia, kan? 

Terkadang manusia yang disebut suami itu sangat kurang peka sekali, apalagi kalau jenis istrinya adalah jenis koda kode, pasti sering ngambek kalau kodenya nggak terbaca sama kaum bapack-bapack itu. 

Sebenarnya, sebagai kaum istri aku bukan tim yang koda kode sih. Kalau dulu nganten anyar ya kode-kode, tapi pas suami nggak peka jadi kesal sendirian dan itu nggak enak. 

Terkadang juga, romantisnya suami itu bukan hanya dari kata-katanya aja, ya, Mam. Ada pula jenis act,  yang tanpa diminta dia kerjain, tanpa dikasih tahu udah tahu duluan, dan inget hal-hal yang mungkin istrinya lupa. 

Kalau mami-mami yang baca ini tim istri kode apa sat set? Tulis di komen, ya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri