Aku dan Fakta

 

Aku tidak tahu dari mana perasaan ini berasal. Aku hanya sekelebat bayang yang ingin menjadi malaikat pelindung putriku. Namun apa? Tidak semua hal baik akan menumbuhkan rasa bersyukur dan terima kasih.

          Ada hal-hal di mana aku dan semesta akan memberikan banyak penyangkalan. Namun itu terdengar masuk akal memang alasannya, tetapi bukan untuk waktu di mana aku masih gemetar karena takut kehilangan putriku. Saat seperti itu saja aku masih menderita sakit hati karena menurut mereka ini adalah salahku.

          Tidak semua orang bisa menerima apa yang kita lakukan. Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia penuh lukisan. Tidak ada yang penting untuk mereka kecuali diri mereka sendiri dan anggapan sok benarnya untuk orang lain mustahil, mulut seseorang akan bergerak tiga kali lipat untuk urusan penyanggahan tentang pendapat orang lain.

    Hei, aku nggak merasa benar. Ini hanya sesuatu yang tidak bisa kuungkapkan dengan lisan. Banyak yang merasa benar dan yang lain salah tanpa mau mendengar sebuah alasan.


19 Agustus 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kecewa dengan diri sendiri